Apakah benar Pernikahan Karna Perjodohan Susah Abadi? Perjodohan masih tetap jadi hal yang kontroversial di Indonesia. Ada yang mendukungnya tetapi ada juga yang dengan keras menentangnya karna dipandang sangat memaksakan untuk satu diantara atau ke-2 pihak yang juga akan menikah. Untuk beberapa orang, pernikahan karna perjodohan akan susah untuk abadi karna terlebih dulu pasangan belum juga pernah mengetahui keduanya dengan baik. Sesungguhnya, apakah hal semacam ini benar ada?
![]() |
| Apakah benar Pernikahan Karna Perjodohan Susah Abadi? |
Pustika Rucita, BA, MPsi, seseorang psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi mengatakan kalau kita tidak dapat segera berasumsi pernikahan yang dengan diawali perjodohan jadi pernikahan yang susah untuk abadi. Banyak masalah di mana bersamaan dengan saat pasangan dapat sama-sama mengerti serta mengetahui keduanya dengan tambah baik hingga malah memperoleh keselarasan. Tetapi, ada juga yang memanglah susah untuk sama-sama mengerti hingga pada akhirnya memanglah tidak dapat bertahan.
Langgengnya pernikahan sangat bergantung pada tingkah laku sehat dari semasing pasangan untuk melindungi keselarasan rumah tangga. Jadi contoh, bila pasangan selalu berupaya untuk lakukan komunikasi dengan baik serta sama-sama bahu-membahu lakukan beragam hal dengan, jadi keselarasan dapat terbangun. Demikian sebaliknya, bila pasangan tidak menggerakkan komunikasi dengan baik serta senantiasa egois, sudah pasti juga akan susah untuk melindungi hubungan tetaplah serasi.
Pustika merekomendasikan seorang yang juga akan menikah lewat cara dijodohkan serta terima perjodohan ini untuk selekasnya mengetahui pasangan ini sebaik-baiknya mungkin saja. Tidak cuma dengan berjumpa atau berkomunikasi dengan pasangan, coba untuk bertanya sifat, tingkah laku, rutinitas, kekurangan, serta keunggulannya pada keluarga atau beberapa rekannya hingga dapat lebih siap untuk melakukan kehidupan dengan nanti.
Demikian sebaliknya, bila terasa tidak mau dijodohkan, janganlah sangsi untuk mengungkap ketidaksetujuannya ini pada keluarga, calon pasangan, serta semuanya pihak berkaitan supaya tidaklah sampai berlanjut jadi pernikahan yang malah kurang membahagiakan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar